Keep the Nature-Save the Future

M. Ainul Yaqin

  • Ingat Tanggal

    April 2008
    M T W T F S S
         
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Categories

  • Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Red-Light, you must go there buddy!

Posted by satubangsa on April 16, 2008

Foto: suasana Red Ligt di malam hari

Hari itu lumayan cerah, menurut ramalan cuaca di internet, matahari akan muncul sedari pagi hingga menjelang malam. Selesai sekolah pukul 5.15 bergegas kumelangkah ke pelataran gedung social science…

begitu sampai di tempat parkir, kunci gembok sepeda langsung kubuka, “pit ontel” itu kutuntun menuju jalur sepeda… melewati beberapa mahasiswa yang berlalang-lalu masuk dan keluar halaman salah satu fakultas faforit itu…dalam hati aku bergumam…udara cerah begini sayang kalau dilewatkan, maklum ini udara panas pertama di bulan april setelah seminggu lamanya  kota tua Leiden dihantam badai dan udara dingin yang dahsyat.

Belum sempat ku”genjot” sepedaku…”sms tone” di hp ku berbunyi…kuhentikan langkah, kubaca pesan pendek itu…”bos jalan-jalan yuk?”…rupanya pesan itu dari temenku si Romy…mahasiswa S2 di Faculty of Medical Science. Wow, great!…sergahku setengah berteriak membuat mahasiswi bule dan blonde yang berjalan menuju ke arahku tersenyum ke G-R-an…reflek saja, kuberi dia senyum balik agar tidak kucewa…hehehe

“Ok, U posisi di mn?”…kubalas sms si Romy…”Aku di stasiun kang”…jawabnya cepat….”Ok, wait 4 me there”…kubalas secepat kilat. Kebetulan satasiun kereta Leiden tepat hanya 50 meteran dari kampusku…kuliat Romy sudah senyum-senyam melihat kedatanganku di pintu masuk sebelah barat yang tidak terlalu lebar itu…”wis pit pean parkiren ae dik gon parkir sebelah etan”…katanya pakai bahasa jawa timuran. Aku kaget! lo,… kate nang di rek? tanyaku singkat…nang Amsterdam cak!…sampean kan durung nang Amsterdam, wis ta ayuk dolan, taktraktir tikete-e…katanya menjelaskan “nyerocos”..begitu saja…

Oke, ayo,…aku senang karena dia bilang mau mentraktirku ke Amsterdam…lumayan tiket PP Leiden-Amsterdam sekitar 15 Euro-an….hehe

Setelah sekitar 20 menit perjalanan…kita sampai di Amsterdam Central Station …begitu pintu kereta terbuka…penumpang langsung berhamburan ke-luar…Romy langsung mengajakku menyebrang jalan di depan stasiun…suasana jauh berbeda dengan Leiden yang tenang…ratusan bahkan ribuan orang berlalang-lalu…ini cak Amsterdam!…kata Romy…kebanyakan dari mereka bukan orang sini! lanjutnya bak tourist guide…memang dari ras dan bahasa yang mereka pakai…kusimpulkan kalau kebanyakan mereka bukan belanda…Asia, Afrika, Eropa…

Setelah sepuluh menit jalan dari stasiun, kita sampai di Dam Square…”simpang limanya ” Amsterdam…kalau ke Amsterdam belum ke sini sama saja belum ke Amsterdam boss!…..kata si Romy yang nama aslinya Romly….anak Wonokromo yang beruntung…dokter muda yang lulusan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Surabaya itu…

Dua jam duduk…di bawah patung kebebasan…Romy mengajakku pergi ke arah jalan….aku lupa namaya…pusat perbelanjaan di pojok Dam Square sebelah barat daya…..

Setelah satu jam berjalan-jalan di pusat perbelanjaan yang padat itu…kita kembali ke  Dam Square…ternyata simpang lima itu tambah malam tambah rame….takterasa matahari sudah mulai terbenam…dan lampu-lampu hias blackboard toko sudah mulai menyala…karena sudah malam…aku ajak si Romy pulang untuk kembali ke Leiden…Ayo cong! kita go back to Leiden…pintaku santai…Apa?!!!…pulang?!!!…sampean akan menyesal kalau pulang sekarang…. katanya sambil tersenyum…aku sengaja diam…tidak bertanya apa maksud dia…

Jujur saja…sebenarnya aku juga tidak mau pulang….aku juga ingin membuktikan informasi yang selama ini kudengar…kalo di Amsterdam ada tempat khusus untuk orang dewasa “bersenang-senang” yang disebut ER-EL….alisa “Red-Light”.

Rupanya…si Romly juga sadar kalau aku juga punya maksud untuk jalan-jalan ke RL…”hahahaha” tawa si Romy menggema…..sampean itu lo gayanya gak mau terus terang….hahahaha….aku juga takbisa menahan tawaku…..akhirnya kita berdua tertawa….tertawa keras ditengah pikuk-hiruknya lalang-lalu orang-orang yang menikamti suasana malam Amsterdam yang masih sangat dingin untuk ukuranku….

Akhirnya….kita berjalan menuju RL, sebelum masuk pada kawasan redlight…kita melewati beberapa warung makan, kasino, panti pijat, dan toko-toko alat bantu sex…”Srreeeeengggg!!!! semerbak bau daun ganja dibakar terasa banget…aku jadi teringat bahwa Belanda adalah salah satu pusat perdagangan drugs terbesar di dunia…

Setelah melewati beberapa toko…kita masuk pada jalan utama RL…yang agak lebar….di jalan banyak sekali orang berlalu lalang…beberapa rombongan tourist berjalan bergerombol mendengarkan penjelasan dari tour guide mereka….

Akhirnya….Kualihkan pandanganku pada kaca-kaca kecil berukuran sekitar 2×4 meteran….Wow!!!…..hmmmmmmm!!!…..ckckckckckcc!!!………..pertama kali aku melihat pemandangan di RL…aku terkesiap…..si Romly yang melihat “keadaanku”….reflek bertanya….yoopo cak, hebat yo…seneng kan sampean???!!!….sergahnya! Aku tak menjawab…gila!!!…kataku dalam hati…pemandangan yang “indah”????!!!!……….iyyyaaaa….jujur saja mereka rata-rata cantik…”lus-mulus” kata orang Madura…dan “sulum” kebalikan dari mulus kata arek Malang…..

Bila kubandingkan dengan “Tretes” di Pasuruan maupun “Dolly” Surabaya….jelas di sini lebih hebat….haaammmmmm….susah kujelaskan kalau anda tidak tahu sendiri….PSK-nya cantik-cantik…”bahenol”….putih…hitam…muda…tua….kecil….tinggi…sedang….langsing…gembrot…montok…tinggi…arab…cina…eropa timur…hitam…bahkan mungkin Indonesian girl mungkin ada di sini….namun yang membuatku terbelalak adalah cara mereka memajang perempuan-perempuan itu yang menurutku keterlaluan….para PSK itu…harus menyewa sebuah bilik kecil…dan mereka membuka kaca….mereka tersenyum menawarkan diri…memanggil-manggil orang yang lewat….ada juga yang bergoyang ala striptease…ada juga yang diam….dan tentunya semuanya dengan hampir tanpa buasana kecuali….kain yang menutupi….bagian payudara dan….swilayah…”segitiga emas”-nya…..hhhmmmmmm…..hehehehe, ditunjang dengan efek pencahayaan merah dan biru jelas akan membuat para touris yang datang kesitu terkesima….hahha

Sejujurnya, dengan dalih apapun, “kebebasan berekspresi”, “kebebasan untuk bekerja asal tidak mengganggu dan merugikan orang lain”….jelas ini merupakan sesuatu yang…ma’ap…kukatakan “uncivilized”…inilah contoh di mana manusia dianggap barang atau hewan yang diperdagangkan…persis seperti ikan yang ditaruh diakuarium….atau ayam yang ditaruh di  di kurungan…dan orang-orang berlalang-lalu melihatnya….

Wis cak!!! wis puas?!!! sergah Romy menghentikan lamunanku yang gak karuan dan sok suci itu…hehehehe. Ya wis Rom, ayo muleh!!!!

Sampean tahu gak cak???!!!….Romy memberi pertanyaan ….Opo? tanyaku…semua orang Indonesia….semua orang terkenal di Indonesia…kalau ke Belanda pasti penasaran dan mampir ke sini….iyo ta? tanyaku seakan takpercaya penjelasannya….iyo…mulai teko Pejabat, Jenderal, Konglomerat, Anggota DPR, Cendekiawan….koyok Bang….Cak….Ustadz…..semuanya pernah ke RL….hahahahahaa…Romi tertawa ngakak…lantas kenapa???? tanyaku….kan gakpapa…inikan obyek wisata menarik…….

Amsterdam,…….oh Amsterdam….di kereta….masih tersisa galaunya hati ini…Ya Allah…semoga saudaraku, orang terdekatku…sanak saudaraku…keluargaku…dijauhkan dari pekerjaan ataupun tingkah-laku yang kamu larang…dan berikan aku, keluargaku, saudaraku, saudara muslimku…diberi petunjuk jalan yang lurus……Amiiiinnn.

Akhirnya….kita smpai di Leiden Cenytral Stasiun  lagi…..oke Rom…thanks traktiranya ya….c u tomorrow….kuliat Romy ngontel ke Arah Nonnesteg……Salaaam.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>