About Me
Assalamualaikum, namaku Ainul Yaqin, lengkapnya Muhammad Ainul Yaqin. Sampean boleh panggil Ainul, Yaqin, atau MaYa, namun aku lebih suka ente pakai sebutan yang terakhir, MaYa, (Abrefiasi dari M. Ainul Yaqin), bukan apa-apa,sepertinya lebih futuristic dan fantastic , siapa tahu suatu saat jadi calon presiden, panggilan MaYa akan gampang diingat pemilih seperti BK, SBY, JK dan dll.
Saya dilahirkan di desa kecil Areng-Areng Kulon atau West Areng Two di kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Desa yang indah, sawah subur, ditanamin apa saja tumbuh. Kala pagi cerah, aku dapat melihat gunung Arjuna di barat dan Semeru di Timur. Sekarang, kadang aku suka melamunkan dan merasakan “bau tanah sawah dan padi yang menguning”, terkadang masih terngiang gemericik aliran air di “kalen” kecil di samping sawah. Terimakasih ya Allah, aku telah diberi kesempatan lahir di desa dan menikmati suasananya yang indah dan tentram.
Aku telah diberi kesempatan menikmati hidup tanpa listrik, tanpa TV, tanpa Play Station, sesuatu yang luar biasa, aku juga merasakan indahnya main Petak Umpet, Sepak Tekong, Gobak Sodor di bawah sinar Bulan, dan main di sawah dengan Kambing, Sapi, dan Jangkrik. Thanks God. Alhamdulillahirabbil ‘Aalamin.
Aku menamatkan pendidikan dasar di desaku dari TK hingga SMP. Aku tidak lulus TK (karena sering nangis kalau disuruh nyanyi), waktu itu aku suka sekali lagu-lagu Queen, tapi bu guru “A” memaksaku menyanyi lagu “Kodok Ngorek” yang aku tidak suka sama sekali (sorry, yang ini tidak “bener”, guyon, waktu itu sejujurnya aku hanya kenal lagu-lagu Rhoma Irama seperti Adu Domba dan Begadang dan lagu Qasidah dari Nasida Ria seperti Perdamaian dan Jilbab Putih, hehe). Kemudian aku masuk SD dan menamatkannya di dua sekolah berbeda, pertama, mulai dari kelas 1-4 aku sekolah di SD negeri “Pagubugan” yang kebanyakan muridnya berasal dari etnis Madura, dan aku bisa lancar berbahasa Madura karena bergaul dengan mereka. Aku suka bahasa Madura, berkarakter lugas dan apa adanya, hampir sama dengan bahasa Jawa Timuran yang jarang menggunakan terminologi “Basi-Basa dan Basa-Basi”. Kemudian, ke dua, dari kelas 5-6 aku selesaikan di SD Impres “Sambisirah 2”. Di SD ini kebanyakan muridnya dari etnis Jawa. Setamat SD kemudian aku masuk SMPN “Wonorejo 1” hingga tamat pada tahun 1988.
Selain sekolah di SD dan SMP, aku sekolah di Madrasah Ibtidaiyyah Salafiyyah di dekat rumahku. Jadi sepulang dari sekolah SD dan SMP aku langsung ganti sarung dan masuk madrasah. Meskipun dropt out hanya sampai kelas 5 aku merasa sangat beruntung karena dapat bekal beberapa dasar pelajaran agama Islam yang sangat berarti bagiku seperti mengaji kitab-kitab dasar seperti Safinatunnajah, Imrithi; nahwu, Shorof, Fathul Qorib dan lain-lain. Because of this school I can read and write Qur-an and tulisan Arab Gundul.
Selepas SMPN, aku melanjutkan di MAN tambak beras Jombang jurusan biology. Di sini aku dapat banyak pengalaman yang luar biasa. Menurutku, tinggal di pesantren yang jauh dari rumah di Pasuruan telah menempa mental dan kepribadianku untuk menjadi lebih mandiri. Di pesantren inilah aku mulai banyak belajar cara berinteraksi dengan berbagai model karakter dan budaya dari temen-temenku.
Selepas dari MAN Tambak Beras, aku ikut UMPTN untuk masuk fakultas kedokteran di UNAIR dan UGM, namun gagal. Sempat frustasi juga, namun aku tidak mau putus asa dan merenungi terus kegagalanku. Sempat juga sih aku mendaftar di Fakultas Kedokteran UMY. Namun, setelah berfikir tentang biaya yang tentunya pasti akan membuat emak dan bapak “ngos-ngosan” karena mereka guru madrasah dan petani biasa di desa, akhirnya aku memilih untuk masuk di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UNISMA Universitas Islam Malang. Alhamdulillah, sekali lagi thanks ya Allah. Selepas dari FKIP UNISMA aku bisa dapat nilai TOEFL yang cukup waktu itu, dan dapat aku gunakan untuk daftar beasiswa ke Luar negeri.
Sebenarnya setelah lulus S1, aku sempat kuliah MM jurusan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Air Langga Surabaya Angkatan I meski hanya berlangsung selama 1 semester karena aku harus berangkat ke Amerika untuk belajar di George Mason University Virginia jurusan Pengembangan Kurikulum dan Instruksi Pendidikan Multikultur. Sekali lagi, Terima kasih banyak Ya Allah. Manusia tidak akan pernah tahu rencana besar-Mu. Wallahua’lam Bisshowabb.